“KRONOLOGIS TANGKAP PAKSA ATAS MASA IRINGAN PEMAKAMAN DI KUBURAN WAENA OLEH APARAT KEPOLISIAN POLRESTA JAYAPURA (LIMA ORANG MASIH DITAHAN)”

“KRONOLOGIS TANGKAP PAKSA ATAS MASA IRINGAN PEMAKAMAN DI KUBURAN WAENA OLEH APARAT KEPOLISIAN POLRESTA JAYAPURA (LIMA ORANG MASIH DITAHAN)”

KNPB Ndugama – Pada hari senin (28 Maret 2022) kemarin, kembali lagi terjadi penangkapan paksa terhadap masa pemakaman di kuburan Expo-Waena, Jayapura. Pemakaman ini dimana hendak dilakukan oleh keluarga duka dan seluruh kerabat masa berduka yang mau mengkebumikan (pemakaman) jenazah dari Almarhum A/n Awi Cris Pahabol selaku Mahasiswa Exodus asal Yahokimo yang telah dipanggil oleh Tuhan pada tanggal 26 Maret 2022 di RSUD Dok II – Jayapura.

Penangkapan ini pun telah mengakibatkan 83 masa pemakaman ditangkap paksa, diteror, diintimidasi, dipukul dan mendapat pula perlakuan rasial yang sangat-sangat tidak manusawi oleh perlakuan aparat kepolisian Polresta Jayapura. Hal ini dinilai sebagai pentuk penyiksaan luar biasa yang dilakukan semena-mena oleh aparat kepolisiaan yang sangat arogansi, criminal dan telah melangkahi aturan hokum.

Kini latar belakan kejadian atas masalah penangkapan paksa tersebut dapat kita ikuti pada kronologis singkat di bawah ini.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Pada pukul 15.40 (WP), masa pemakaman hendak membawa jenasah Almarhum Awi Cris Pahabol bersama keluarga duka dari Asrama Yahokimo menuju kuburan Expo Waena – Jayapura untuk dimakamkan.

Kurang lebih pada pukul 16.00, sempat terjadi pro-kontra antara masa pemakaman dengan dua orang oknum anggota polisi (Bribda Jason Ohee dan Bripda Bonjosi) yang diduga hendak mencari gara-gara terhadap jalannya kendaraan masa aksi ketika hendak sampai di lokasi kuburan, yakni di depan jalan umum dekat empat pemakaman Batas Kota, Lokasi Waena Jayapura.

— Kedua oknum polisi ini melintas menggunakan motor dan melewati iringa-iringan jenazah yang sedang melewati jalan umum Expo-Waena secara sengaja. Bahkan menyeleniap dengan sangat arogan disetiap sela-sela kendaraan yang mengiring-iring jenazah tersebut seperti orang yang tidak beretika, apa lagi mereka seorang anggota polisi yang seharusnya melindungi, mengayomi dan menaati lalulintas sebagai mana mestinya. Bukan malah mengganggu perjalanan kendaraan yang hendak mengiring jenazah ke tempat kuburan. —

Pro-kontra ini dinilai bahwa dua oknum polisi tersebut telah melanggar hukum moralitas atas jalannya kendaraan masa pemakaman, karena disaat keamanan pemakaman hendak membuka jalan untuk mengarahkan lalulintas yang ada agar tetap memberi ruang gerak bebas bagi perjalanan menuju tempat pemakaman, malah dihadang sana-sini secara sengaja oleh kedua oknum polisi tersebut dengan bebas. Sedangkan seluruh kendaraan lainnya hendak berhenti sejenak, karena seperti biasanya kendaraan yang mengiringi jenazah harus diutamakan dan dihormati sebagai mana mestinya.

Dalam situasi ini, salah satu dari oknum polisi tersebut sempat dipukul secara spontanitas akibat tidak terima perilaku dari kedua polilisi tersebut. Sedangkan satu oknum polisi lainnya sempat melarikan diri dengan kendaraan motor dari tempat kuburan menuju arah Sentani.

Namun pro-kontra yang terjadi ini pun kembali aman dan kondusif secara damai, karena adanya pengaraan keamanan dari masa pemakaman; dan prosesi jalannya pemakaman pun dilanjutkan dengan baik, tertib, damai hingga selesai. Akan tetapi sempat jalannya proses penguburan, ada satu helicopter aparat yang sedang mengintai masa pemakaman persis di atas penguburan Expo-Waena.

Pada pukul 17.00, masa pemakaman pun bergegas ke tempat parkiran kendaraan yang digunakan untuk kembali ke tempat duka di Asrama Yahokimo. Namun di tempat parkiran kendaraan yang dimaksud sudah darurat kepolisian dengan senjata lengkap. Bahkan ada yang menggunakan pistol kecil, kayu dan rotan untuk mengepung masa pemakaman yang hendak mau balik ke tempat duka.

Kata-kata yang dikeluarkan dari mulut mereka (Polisi) yang berlagak preman, katanya “Wei anjing, babi, binatang kalian. Kalau lari saya tembak, dan kata-kata yang lebih terpojok dan sangat mendiskriminasi Orang Papua dari wilayah pegunungan.” Bahkan beberapa masa sempat dibubar paksa dari kendaraan yang digunakan dengan main tarik sana-sini seperti binatang.

Tetapi sebagian besar masa pemakaman, terutama keluarga duka, Ibu-ibu dan anak-anak kecil sempat dipulangkan oleh keamanan masa aksi pemakaman. Sedangkan lain dari pada itu, dipukul, diteror dan intimidasi dengan senjata, lalu dikepung paksa dengan motif bahwa masa pemakaman harus mengembalikan HP (Hand Phone) dari seorang oknum polsi yang sempat dipukuli oleh beberapa oknum dari masa pemakaman tersebut, karena diduga HP tersebut diambil oleh masa.

Namun HP tidak ditemukan diantara masa pemakaman, akhirnya masa ditangkap paksa dengan motif mau diinterogasi siapa oknum pemukulan terhadap polisi tersebut.

Pada pukul 18.30, masa diangkut ke polresta Jayapura dengan menggunakan satu truk dalmas dan satu truk biasa.

Kurang lebih pukul 19.20, masa tiba di kantor plresta Jayapura. Setelah itu, masa dikasih duduk berbaris sambil mandi hujan, buka baju (jaket dan baju army) dan diteror-intimidasi dengan menggunakan senjata maupun kata-kata rasis seperti “anjing, babi, binatang, dll”. Dan rata-rata masa yang ditahan di Polresta Jayapura dipukul dengan menggunakan rotan maupun batang kayu mentah berupa rotan.

Sedangkan yang dianggap tersangkah dengan cara ditujuk muka oleh oknum polisi yang dipukul itu, malah dipukul berulang-ulang kali dan dipisahkan sendiri. Selanjutnya dibawa untuk diinterogasi. Namun sayangnya, beberapa dari yang ditersangkahkan malah mereka adalah korban paksa salah tujuk dari kepolisian, karena mereka sebagian besar datang terlambat ke pemakaman dan sama sekali tidak tau mengenai adanya pemukulan terhadap oknum polisi tersebut.

Pada pukul 23.30, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua diberi izin masuk untuk bertemu dengan masa. Selanjutnya LBH Papua, Emanuel Gobay (Direktur) pun melakukan advokasi persoalan hingga masa yang diduga tersangka akan didampingi selanjutnya. Sedangkan sebagian masa lainnya dipulangkan.

Pada pukul 02.30 (29 Maret 2022), masa 63 orang yang tidak tergolong tersangka dibebaskan. Sedangkan yang tergolong tersangka 20 orang masih ditahan di polresta Jayapura. Namun pada siang hari, 15 orang dari 20 orang tersangka itu sudah dibebaskan tanpa syarat, sedangkan 5 orang lainnya masih ditahan tanpa dasar penangkapan yang jelas hingga sampai saat ini belum juga dibebaskan tanpa sebab.

NAMA-NAMA YANG MASIH DITAHAN

kini ke-5 orang yang masih ditahan telah menjadi tersangka secara paksa dari salah tunjuk dan dikriminalisasi oleh Polresta Jayapura pelaku pemukulan terhadap oknum satu orang polisi itu malah dijerat dengan pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun enam bulan.

Nama-nama dari ke-korban kriminalisasi aparat kepolisian polisian polresta Jayapura akibat salah tunjuk itu, yakni:

1). Erepul Saiman Sama
2). Denny Esema
3). Frengki Edoway
4). Lucky Wisapla
5). Yahanes Koyop

SIKAP KAMI KNPB NDUGAMA

Ketika melihat kronologis dan sikap kepolisian yang sangat tidak manusiawi, penuh kekerasan dan penganiyayaan serta perlakuan main tangkap paksa hingga diduga tersangka dengan motof kriminalisasi terhadap ke-5 orang kawan kami di atas, maka kami KNPB Ndugama pun dengan tegas mendesak Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas agar segerah membebaskan ke-5 orang kawan kami tanpa syarat.

Bagi kami, ke-5 orang kawan yang ditahan adalah bentuk kriminalisasi dan perlakuan rasis terhadap gerakan KNPB. Hal ini karena kepolisian polresta Jayapura tidak memiliki alat bukti yang jelas akibat main tunjuk sembarang oleh oknum polisi yang sebenarnya tidak ada di TKP kejadian. Bahkan ke-5 orang yang ditahan sebenarnya bukan pelaku, karena pada saat kejadian mereka tidak berada di tempat kejadian.

Sekali lagi kami menegaskan agar Kombes Pol Gustav Urninas segera bebaskan ke-5 kawan kami, yakni Erepul S. Sama, Denny Esema, Lucky Wisapla dan Yohanes Koyop tanpa syarat. Hukum Indonesia dan aparat kepolisian Polresta Jayapura jangan RASIS.

Ndugama, 31 Maret 2022)

Dollia Ubruangge

(Pengurus KNPB Wilayah Ndugama

Wisuda Universitas Papua, Manokwri. di Salah satu Mahasiswa Fakultas Kehutanan ( Fahutan).,Oleh Yeimo Pilemon

Wisuda, acara seremonial yang paling ditunggu (sebagian besar) mahasiswa di akhir masa studinya. Setelah jatuh bangun, wisuda menjadi sebuah perayaan tersendiri atas keberhasilan mereka melalui tahun-tahun penuh rintangan. Memakai toga, duduk bersama teman-teman sesuai fakultas dan jurusan, lalu melangkah ke podium untuk melakoni ritual pemindahan tassel mortarboard dari sebelah kiri ke kanan dan tentu saja berjabat tangan dengan rektor atau dekan. Kalau mahasiswa berprestasi, sih, biasanya akan didapuk untuk memberikan pesan kesan juga.

Wisuda Universitas Papua, Tahun Akademik 2021/2022

ternyata pemindahan tassel ini memiliki makna tersendiri, loh! Dan saya baru tahu jauh setelah lulus kuliah. Silly, rite? Itu pun karena dijelaskan seorang teman relawan. Katanya, semula tassel di sebelah kiri karena mahasiswa menggunakan otak kiri yang berhubungan dengan materi, bahasa, dan juga hafalan. Ketika wisuda, tassel dipindah ke kanan karena mahasiswa akan terjun ke masyarakat, sehingga diharapkan menggunakan otak kanan yang berhubungan dengan imajinasi, kreativitas dan inovasi. Berat, kan tanggung jawabnya? Jadi jangan congkak hanya karena pernah kuliah.

Selepas wisuda, biasanya wisudawan akan mengabadikan momen bersama dengan keluarga, teman atau gebetan. Lantas satu-persatu meninggalkan lokasi. Di saat seperti itu yang tersisa hanyalah kesemrawutan, dari tempat duduk hingga sampah di sana sini. Lagi-lagi panitia yang tenaganya sudah terkuras masih harus membereskan semuanya. Kan ada petugas kebersihan? Ya tetap saja bantu-bantu, dong, apalagi untuk kampus mungil yang panitianya hanya segelintir seperti di tempat saya (dulu). Nama-nama di daftar panitia pun biasanya hanya formalitas dan yang banting tulang cuma itu-itu saja.

Sebagai sie acara, saya tidak hanya take over pada hari H, melainkan take over hampir semua tugas sie lain dari jauh-jauh hari. Bisa dibayangkan betapa remuk badan dan mental ini. Nah, berhubung kurangnya SDM, beberapa mahasiswa kami libatkan, termasuk si pembuat status WA, padahal dia sendiri menjadi calon wisudawan saat itu.

Uggahan N, inisial si mahasiswa, membuat saya tertawa sekaligus kangen juga dengan masa-masa romusha itu. Alhasil, saya pun bernostalgia sama K. Dia cerita, saat itu adalah hari ulang tahun pertama putranya. Sembari menggendong bayi, ia berusaha tetap professional menjalankan tugasnya, bahkan H-1 dia pun pulang tengah malam seperti lainnya. Untung ada suaminya yang siaga. Sedangkan saya bersama salah satu kolega justru sempat nyasar terlebih dahulu karena sama-sama buta wilayah.

“Sampai detik ini, wisuda tersebut adalah yang terbaik yang pernah dilaksanakan di kampus X”, kata K yang saya amini.

Memang, wisuda saat itu memberi kepuasan tersendiri untuk saya, Ya, ada acara lain yang juga lancer, tapi sudah beda. Perjuangan untuk mewujudkan wisuda yang beda dengan sebelum-sebelumnya sangat sulit. Banyak adu argument terutama dengan para petinggi.

Bukan bermaksud , tapi apa yang saya alami di Perguruan Tinggi ini memang demikian. Biasanya mereka memutuskan segala sesuatu secara sepihak, tanpa “mendengar” opini kami. Padahal era semakin berkembang, pikiran-pikiran konvensional kurang  dengan zaman.

Makanya, ketika proposal wisuda dengan berat mereka setujui, kami justru kian semangat. Dan ketika acara selesai, puasnya terasa luar biasa. Selama ini wisuda yang diselenggarakan kampus jauh dari atraktif, bahkan terkesan monoton dari berbagai macam hal. Kami hanya ingin memberi napas dan wajah baru, toh, ini juga bagian dari memperkenalkan kampus mungil ke publik.

Tapi  acara bisa berlangsung dengan lancar pada hari ini. Melihat wajah berbinar mahasiswa dan orang tuanya menjadi obat lelah untuk kami yang berminggu-minggu terganggu tidur dan makannya. Melihat semringah suami istri mahasiswa yang sudah berkeluarga membuat kami lega luar biasa.

Melihat anak-anak kecil membawa menggandeng tangan ayah atau ibunya yang baru diwisuda menjadikan kami sangat bangga. Bangga atas pencapaian para wisudawan. Bangga atas kerjasama panitia—yang memang kerja—juga.

Setelah kesuksesan wisuda tersebut, sampai saat ini belum ada lagi yang mampu menyamai. Ini konteksnya di eks tempat kerja saya, ya… Bahkan ada mahasiswa yang pernah kami libatkan menjadi panitia merasa iri dan protes pada karena wisuda mereka tidak semenarik angkatan sebelumnya.

Terima kasih N, sudah mengingatkan saya akan kebahagiaan kalian melalui story WA. So far, I’m so proud of myself, too, karena pernah turut berjuang untuk sedikit memberi suka pada mahasiswa dan keluarganya.

MEMELUK KESUNYIAN, JUBI (KNPB). OLEH Tn Victor Yeimo

Jubir KPB, Oleh Tn. Victor Yeimo

MEMELUK KESUNYIAN

Memeluk sunyi dalam pencarian makna
seperti sang penggembara dipadang prahara
sesaat insan lain beramai-ramai menyulam
pintal memilah runduk pada tahta tirani
mengejar dewa-siwa bernecis dipundak
kebiri nurani demi hidup yang edan-edanan

Memeluk sunyi dalam tenggang zaman
ibarat ranting kayu diarus sungai hedonis
pajang persada dipasaran loak dunia
dagang harta bumi dipundak barbarisme
menyita semua demi selembar daun rupiah
biarkan beranda tampak kering kerontang
laksana padang pasir lipur di mata generasi

Memeluk sunyi dalam laju modern
seperti wujud Kristus sesampai kalvari
menyublim hasrat menolak eros hati
menggengam cinta mencari kebenaran sejati
yang tak utopis juga bukan fatamorgana
demi sejarah harga diri yang kian usik

Memeluk sunyi dalam menemu kebebasan
bagai sang Ilahi mencintai dari singgasana sunyi
ketika jelata koloni melamoniak tunduk
diporak-poranda dengan badai material tirani
teguh mencari elegi kebebasan yang misteri
agar memeluk kesunyian menuju exsodus

Toyaimuti, 18-03-20
Giyai Aleks

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Oleh Sebby Sambom via Jaeck Varrhow

Dibagikan oleh Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom via Jaeck Varrhow

Egianus Kogeya Komandan TPNPB KODAP III Ndugama Derakma Dan Timnya Tembak Dua Pesawat Komersial Di Bandara Keneyam Papua
Siaran Pers Manajemen KOMNAS TPNPB-OPM Pusat Per 28 Maret 2022
Manajemen Markas KOMNAS TPNPB telah menerima Berita Acara langsung dari Pimpinan TPNPB Kodap III Derakma-Ndugama bahwa Pasukan TPNPB kembali menyerang di Bandara Keneyam, dan mereka mengklaim telah berhasil menembak jatuh dua Pesawat Komersial yang membawa Anggota TNI/Polri ke Keneyam, Ibu Kota Kabupaten Diperkirakan hari ini Senin, 28 Maret 2022.
Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh dua Pesawat Komersial, karena TPNPB mengetahui dari laporan PIS bahwa kedua pesawat tersebut mengangkut anggota TNI Polri dari Wamena dan Timika menuju Keneyam, ibu kota Kabupaten Nduga.
Untuk lebih jelasnya, ikuti laporan dari Ndugama di bawah ini…. !!!
Berita TPNPB
Laporan,
Tanggal 28/Maret 2022
Hari ini, kontak senjata kembali terjadi di Bandara Keneyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Dalam kontak senjata, Panglima Kodap III Ndugama Derakma, Brijend Egianus Kogeya dan pasukannya menembakkan dua pesawat Komersial antara lain Trigan Air menembakkan delapan (😎 peluru) dan pesawat Alda Air empat (4) peluru.
Penembakan ini terjadi karena sesuai dengan peringatan KOMNAS TPNPB, bahwa jika ada pesawat sipil yang membawa anggota TNI/POLRI harus ditembak, maka Kodap III Derakma-Ndugama akan menembak berdasarkan Instruksi Manajemen Mabes KOMNAS TPNPB-OPM.
Komandan TPNPB KODAP III Ndugama Derakma menembak Pesawat Komersial untuk mengangkut perwira TNI, maka pesawat itu kami tembak, dan pendaratan anggota TNI/Polri dari 27 dan 28 hari ini mengangkut Pasukan Teroris yaitu TNI/Polri dari Timika dan Wamena ke Keneyam , Ibu Kota Kabupaten Ndua, Papua.
Egianus Kogoya selaku Panglima KODAP III Ndugama-Derakma mengeluarkan pernyataan tegas bahwa semua penerbangan (Pesawat) yang masuk Keneyam I akan menembak, dan ini kami lakukan sesuai dengan perintah Pengurus Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM.
Pada hari ini kembali terjadi penembakan di posko Koteka dan Markas Alguru pada pukul 01.30 WIB antara Pasukan TPNPB dengan TNI/POLRI, dan kontak senjata jarak jauh di Keneyam. Baku Tembak sudah terjadi di Kali Keneyam, yakni berdampingan.
Berkenaan dengan senjata tersebut, Pasukan Teroris yaitu TNI/Polri menggunakan senjata jarak jauh, namun belum mengetahui korban di kedua belah pihak. Silahkan ikuti juga Audio Voice yang kami lampirkan!
Panglima Perang di Provinsi Ndugama adalah Panglima Kodap III Derakma Ndugama
Ttd
Brijend Egianus Kogeya
Demikian siaran pers Pengurus Pusat KOMNAS TPNPB-OPM Per tanggal 28 Maret 2022, dan Pengurus Pusat bertanggung jawab atas siaran pers ini.
Disampaikan kepada semua pihak oleh Juru Bicara KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom, dan terima kasih atas kerjasama yang baik.

Egianus Kogeya Panglima TPNPB KODAP III Ndugama Derakma Dan Pasukannya Tembak Dua Pesawat Komersial Di Airport Keneyam Papua
Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM Per 28 Maret 2022
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima Laporan Resmi dari Pimpinan TPNPB Kodap III Derakma-Ndugama bahwa Pasukan TPNPB Kembali melakukan serangan di Airport Keneyam, dan mereka mengklaim bahwa telah berhasil menembak dua Pesawat Komersial yang angkut Anggota TNI/Polri Ke Keneyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga pada hari ini Senin tanggal 28 Maret 2022.
Dalam laporannya disebutkan bahwa mereka telah berhasil menembak dua Pesawat Komersial, karena TPNPB mengetahui dari laporan PIS bahwa dua pesawat itu angkut anggota TNI Polri Dari Wamena dan Timika ke Keneyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga.
Untuk lebih jelasnya silakan ikuti laporan dari Ndugama dibawah ini….!!!
Berita TPNPB
laporan,
Tanggal 28/Maret 2022
Hari ini kontak senjata kembali terjadi Bandar Udara Keneyam ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Dalam kontak senjata tersebut Panglima Kodap III Ndugama Derakma, Brijend Egianus Kogeya dengan Pasukannya menembak dua pesawat Komersial antara lain Trigan Air di tembaki delapan (😎 peluru dan pesawat Alda Air empat (4) peluru.
Penembakan ini terjadi sesuai peringatan KOMNAS TPNPB, bahwa apabilah pesawat sipil apapun yang mengakut anggota TNI/POLRI wajib menembak maka Kodap III Derakma-Ndugama telah melakukannya berdasarkan Instruksi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM.
Panglima TPNPB KODAP III Ndugama Derakma telah melakukan Penembakan terhadap Pesawat Komersial karena mengangkut aparat TNI maka kami menembakkan pesawat tersebut, dan pendropan anggota TNI/Polri dari tanggal 27 dan 28 hari ini angkut pasukan Teroris yaitu TNI/Polri dari Timika dan Wamena ke Keneyam, Ibu Kota Kabupaten Ndua, Papua.
Egianus kogoya sebagai Panglima KODAP III Ndugama-Derakma mengeluarkan Pernyataan keras bahwa semua penerbangan (Pesawat) yang masuk Keneyam saya akan menembak, dan hal ini kami lakukan sesuai dengan perintah Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM.
Pada hari ini juga penembakan lain terjadi di pos koteka dan Markas Alguru pukul 1:30 Waktu Papua yaitu antara Pasukan TPNPB dan TNI/POLRI, dan Kontak senjata jarak jauh di kali keneyam. Baku Tembak telah terjadi di Kali Keneyam yaitu sebela-menyebela.
Dalam kontak senjata ini Pasukan Teroris yaitu TNI/Polri menggunakan senjata jarak jauh, namun belum mengetahui korban kedua belah pihak. ikuti Audio Suaranya juga yang kami lampirkan!
Penggungjawab Perang di Wilayah Ndugama adalah Panglima Kodap III Derakma Ndugama
Ttd
Brijend Egianus Kogeya
Demikian siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM Per 28 Maret 2022, dan Manajemen Markas Pusat bertanggungjawab atas siaran Pers ini.
Diteruskan kepada semua pihak oleh Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Sebby Sambom, dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

JANGAN LUPA MELAWAN KETIDAKADILAN DIATAS TANAH AIR WEST PAPUA!!!

JANGAN LUPA MELAWAN KETIDAKADILAN DIATAS TANAH AIR WEST PAPUA!!!

KNPB Dogiyai, Perusak sebenarnya dalam gerakan organisasi Papua merdeka ialah kaum penguasa diatas negeri ini,

Sadarlah wahai parah pembohong besar di dunia nyata bahkan di dinding Facebook, Twitter, Instagram, dll. Musuh kita jelas!!!

Segala upaya-upaya penguasa melalui media online, maupun media massa oleh elit-elit lokal pribumi Papua barat untuk pembubaran KNPB,
KNPB tidak pernah mundur dari situasi apapun KNPB tetap akan konsisten eksis melakukan dan memperjuangkan keadilan diatas tanah air west Papua dan lawan cara dan gaya kami sampai puncak kebebasan.

KNPB tetap akan terus bertindak ketidakadilan diatas tanah air west Papua dan melawan penindasan diatas tanah air west Papua.

KNPB tidak pernah mendidik Rakyat Papua barat berjuang secara kekerasan

KNPB tidak pernah mundur dari situasi apapun KNPB tidak kemana mana tetapi KNPB ada di mana mana bersama rakyat.

Hidup KNPB
Hidup TPN-PB
Hidup NGR

Dialog Jakarta Papua yang didorong komnas HAM salah satu bentuk pencitran tetapi juga menjadi bahan diplomasi Indonesia sebelum KTT G20 yang akan dilakukan pada bulan November tahun 2022 di Bali.

Jubir KNPB pusat: ones Suhuniap

Dialog Jakarta Papua yang didorong komnas HAM salah satu bentuk pencitran tetapi juga menjadi bahan diplomasi Indonesia sebelum KTT G20 yang akan dilakukan pada bulan November tahun 2022 di Bali.

Pendekatan Humanisme dan wacana dialog melalui komnas HAM adalah untuk pencitran nama baik Indonesia sebelum dorong KTT ke G20 pada bulan november supaya tidak ada gejolak politik dan isu HAM di Indonesia bisa diredup.

Dialong dipaksakan secara terkesa kesa juga bagian dari strategi diplomasi Indonesia untuk menyakinkan para pemimpin dunia bahwa masalah Papua sudah selesai melui dialog konstruktif yang didorong oleh komnas HAM.

Dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan tahun ini Indonesia mengundang Sekjend PBB Antonio Guteres, akan hadir, dalam kesempatan ini Indonesian akan laporkan isu pelanggaran HAM di Papua berdasarkan permintaan dewan HAM PBB.

Untuk itu komnas HAM Indonesia saat ini sedang mendorong isu dialog dan langsung turun ke Papua untuk cari legitimasi rakyat Papua untuk menjawab pertanyaan PBB sekaligus bahan yang akan berkonsultasi dengan Sekjend PBB kemungkinan akan hadir dalam KTT G20 atas dasar undangan pemerintah Indonesia.

Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 di tahun ini akan dimanfaatkan untuk menggalang dukungan internasional mempererat hubungan bilateral sekaligus kerja sama investasi berdasarkan undang undang obusme low yang dipaksakan.
Saat ini menjadi ketua atau presiden negara negara G20, akan siap mensukseskan KTT G20 yang akan menghadiri para pemimpin negara di dunia.
Undangan sudah terdistribusi ke semua pemimpin negara anggota G20, dalam konferensi luar biasa NATO di Belgia Presiden Amerika Serikat meminta kepada negara anggota G20 untuk keluarkan Rusia dari member G20.

Seruan presiden Joe Baiden dalam konferensi NATO tersebut juga meminta Indonesian sebagai presiden G20 untuk mempertimbangkan keanggotaan Rusia.

Indonesian sebagai presiden G20 memilih posisi netral dan tetap mengirim surat undangan KTT G20 ke Rusia sebagai anggota Saat ini.

Apakah permintaan Amerika Serikat keluarkan Rusia dari G20 atau tidak kita ikuti proses selanjutnya.
Sementara itu perdana menteri Australia ancam akan boikot KTT G20 di Bali bulan november mendatang. Perdana menteri juga menelepon presiden Indonesia jokowi agar indonesia tidak mengundang presiden Rusia.

Sedangkan presiden Rusia sudah menerima undangan dari Indonesia untuk menghadiri KTT tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih didikte oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Bagi Indonesia KTT G20 adalah peluang bagi Indonesia untuk mempererat hubungan diplomasi dan investasi asing.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menyakinkan negara negara G20 untuk mendukung West Papua bagian dari Indonesia. Termasuk dugaan pelanggaran HAM yang disoroti saat ini bisa diklarifikasi melalui KTT.

Sehingga sebelum menuju ke bulan november Indonesia mengubah pendekatan dan wacana dialog melalui komnas HAM Indonesia. Saat ini komnas HAM ke Papua mengumpulkan informasi di Papua.
Semoga orang Papua tidak tertipu oleh kelompok oportunis yang mendorong Komisi Kebenaran Rekonsiliasi KkR yang dorong oleh NGO dan kelompok borjuis manfaatkan korban pelanggaran HAM di Papua.

Saya berharap orang Papua juga tidak mudah terpengaruh dengan konsep dialog komnas HAM karena mereka tidak layak jadi pasilitator karena pelanggaran HAM di Papua terjadi akibat politik.

Apa lagi menjadi fasilitator, karena mau menjadi fasilitator dialog tetapi sudah komunikasi sepihak dengan petinggi negara itu artinya komnas menjadi bagian dari negara.
Jadi komnas HAM tidak layak jadi pasilitator karena sudah kompromi dengan pelaku pelanggaran HAM di Papua.

Mau dorong dialog harus difasilitasi oleh pihak ke tiga yang netral, tempat yang netral. Konsep dialog harus disepakati bersama kedua bela pihak apa yang mau didialongkan harus jelas konsep.

Karena akar persoalan Papua adalah persoalan politik, perlu pelurusan sejarah yang dianeksasi dan proses dekolonisasi bangsa Papua yang digagalkan oleh Indonesia kongkalingkong dengan kapitalisme Barat terutama Amerika untuk kepentingan eksploitasi emas di Papua.

Dengan demikian mau dialog ataupun perundingan melibatkan pihak internasional, di tempat yang netral dan difasilitasi oleh pihak yang netral bila perlu PBB.

Karena nasib bangsa Papua di korbankan atas keterlambatan PBB dan Amerika Serikat, deraf perundingan bila perlu perundingan politik dan menyepakati deraf referedum sebagai solusi menyelesaian yang bermartabat dan demokratis.

Orang Papua tidak tertipu oleh komnas HAM Indonesia mencari sensasi di akhir jabatan komisioner Komnas HAM akan berakhir tahun ini sekaligus bentuk pencitran untuk menyikapi sorotan internasional terhadap pelanggaran HAM di Papua beberapa tahun terakhir ini.

Ones Nesta Suhun, Jubir Pusat

Ones Nesta Suhun

Dialog Jakarta Papua yang didorong komnas HAM salah satu bentuk pencitran tetapi juga menjadi bahan diplomasi Indonesia sebelum KTT G20 yang akan dilakukan pada bulan November tahun 2022 di Bali.

Jubir KNPB pusat: ones Suhuniap

Dialog Jakarta Papua yang didorong komnas HAM salah satu bentuk pencitran tetapi juga menjadi bahan diplomasi Indonesia sebelum KTT G20 yang akan dilakukan pada bulan November tahun 2022 di Bali.

Pendekatan Humanisme dan wacana dialog melalui komnas HAM adalah untuk pencitran nama baik Indonesia sebelum dorong KTT ke G20 pada bulan november supaya tidak ada gejolak politik dan isu HAM di Indonesia bisa diredup.

Dialong dipaksakan secara terkesa kesa juga bagian dari strategi diplomasi Indonesia untuk menyakinkan para pemimpin dunia bahwa masalah Papua sudah selesai melui dialog konstruktif yang didorong oleh komnas HAM.

Dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan tahun ini Indonesia mengundang Sekjend PBB Antonio Guteres, akan hadir, dalam kesempatan ini Indonesian akan laporkan isu pelanggaran HAM di Papua berdasarkan permintaan dewan HAM PBB.

Untuk itu komnas HAM Indonesia saat ini sedang mendorong isu dialog dan langsung turun ke Papua untuk cari legitimasi rakyat Papua untuk menjawab pertanyaan PBB sekaligus bahan yang akan berkonsultasi dengan Sekjend PBB kemungkinan akan hadir dalam KTT G20 atas dasar undangan pemerintah Indonesia.

Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 di tahun ini akan dimanfaatkan untuk menggalang dukungan internasional mempererat hubungan bilateral sekaligus kerja sama investasi berdasarkan undang undang obusme low yang dipaksakan.
Saat ini menjadi ketua atau presiden negara negara G20, akan siap mensukseskan KTT G20 yang akan menghadiri para pemimpin negara di dunia.
Undangan sudah terdistribusi ke semua pemimpin negara anggota G20, dalam konferensi luar biasa NATO di Belgia Presiden Amerika Serikat meminta kepada negara anggota G20 untuk keluarkan Rusia dari member G20.

Seruan presiden Joe Baiden dalam konferensi NATO tersebut juga meminta Indonesian sebagai presiden G20 untuk mempertimbangkan keanggotaan Rusia.

Indonesian sebagai presiden G20 memilih posisi netral dan tetap mengirim surat undangan KTT G20 ke Rusia sebagai anggota Saat ini.

Apakah permintaan Amerika Serikat keluarkan Rusia dari G20 atau tidak kita ikuti proses selanjutnya.
Sementara itu perdana menteri Australia ancam akan boikot KTT G20 di Bali bulan november mendatang. Perdana menteri juga menelepon presiden Indonesia jokowi agar indonesia tidak mengundang presiden Rusia.

Sedangkan presiden Rusia sudah menerima undangan dari Indonesia untuk menghadiri KTT tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih didikte oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Bagi Indonesia KTT G20 adalah peluang bagi Indonesia untuk mempererat hubungan diplomasi dan investasi asing.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menyakinkan negara negara G20 untuk mendukung West Papua bagian dari Indonesia. Termasuk dugaan pelanggaran HAM yang disoroti saat ini bisa diklarifikasi melalui KTT.

Sehingga sebelum menuju ke bulan november Indonesia mengubah pendekatan dan wacana dialog melalui komnas HAM Indonesia. Saat ini komnas HAM ke Papua mengumpulkan informasi di Papua.
Semoga orang Papua tidak tertipu oleh kelompok oportunis yang mendorong Komisi Kebenaran Rekonsiliasi KkR yang dorong oleh NGO dan kelompok borjuis manfaatkan korban pelanggaran HAM di Papua.

Saya berharap orang Papua juga tidak mudah terpengaruh dengan konsep dialog komnas HAM karena mereka tidak layak jadi pasilitator karena pelanggaran HAM di Papua terjadi akibat politik.

Apa lagi menjadi fasilitator, karena mau menjadi fasilitator dialog tetapi sudah komunikasi sepihak dengan petinggi negara itu artinya komnas menjadi bagian dari negara.
Jadi komnas HAM tidak layak jadi pasilitator karena sudah kompromi dengan pelaku pelanggaran HAM di Papua.

Mau dorong dialog harus difasilitasi oleh pihak ke tiga yang netral, tempat yang netral. Konsep dialog harus disepakati bersama kedua bela pihak apa yang mau didialongkan harus jelas konsep.

Karena akar persoalan Papua adalah persoalan politik, perlu pelurusan sejarah yang dianeksasi dan proses dekolonisasi bangsa Papua yang digagalkan oleh Indonesia kongkalingkong dengan kapitalisme Barat terutama Amerika untuk kepentingan eksploitasi emas di Papua.

Dengan demikian mau dialog ataupun perundingan melibatkan pihak internasional, di tempat yang netral dan difasilitasi oleh pihak yang netral bila perlu PBB.

Karena nasib bangsa Papua di korbankan atas keterlambatan PBB dan Amerika Serikat, deraf perundingan bila perlu perundingan politik dan menyepakati deraf referedum sebagai solusi menyelesaian yang bermartabat dan demokratis.

Orang Papua tidak tertipu oleh komnas HAM Indonesia mencari sensasi di akhir jabatan komisioner Komnas HAM akan berakhir tahun ini sekaligus bentuk pencitran untuk menyikapi sorotan internasional terhadap pelanggaran HAM di Papua beberapa tahun terakhir ini.

Ones Nesta Suhun

Gagalkan Otsus & Pemekaran, Rebut Demokrasi!

Gagalkan Otsus & Pemekaran, Rebut Demokrasi!

Meski gelombang penolakan Otsus dan Pemekaran terjadi hingga memakan korban rakyat Papua, RUU DOB untuk Pembentukan Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan Tengah, dan Papua Selatan sedang dipaksa masuk dalam pembahasan harmonisasi di Baleg DPR RI untuk disahkan.

Aksi penolakan rakyat Papua dan kajian berbagai akademisi tentang ketidaklayakan pemekaran dan ancamannya ditanah Papua tidak digubris dan ditolak Jakarta. Hampir satu juta orang dan 116 organisasi dalam Petisi Rakyat Papua telah menolak Otsus dan produknya Pemekaran.

Kehancuran Papua benar-benar didesain Jakarta. Semua kajian akademik maupun aspirasi ditolak. Haris dan Fatia yang bela Papua dengan kajian dijerat hukum Oligarki kekuasaan demi eksploitasi, ekspansi modal dan militer serta pendudukan migran guna memarjinalisasi orang Papua terang-terangan dilaksanakan.

Rakyat Papua menolak bukan hanya karena ancaman kebijakan politik Jakarta ini, tetapi duduk persoalannya karena Otsus tidak berhasil menjamin dan mewujudkan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua. Otsus justru menggagalkan proses dekolonisasi bangsa Papua.

Indonesia di bawah hukum internasional tidak memiliki kedaulatan atas West Papua. Sehingga status Otsus dan pemekaran merupakan administrasi kolonial yang digunakan sebagai alat ekspansi modal, militer, dan pendatang. Rakyat Papua wajib menolak penjajahan Indonesia atas bangsa Papua.

Aksi-aksi penolakan segala produk kolonialisme itu wajib didukung semua orang. Ini kewajiban moral bagi setiap umat manusia tanpa batas rasial, agama, dan kelompok. Ini produk oligaki kapitalis birokrat yang harus ditolak oleh rakyak Indonesia.

DPRP, MRP dan Gubernur yang dalam dua Provinsi administrasi kolonial adalah boneka kolonial yang takut berdiri bersama rakyat Papua. Para budak ini memanfaatkan penderitaan rakyat Papua untuk uang dan jabatan dalam kolonial. Mereka harus diberi peringatan dengan suara dan aksi-aksi rakyat Papua terus menerus tanpa celah.

Ingat! Prinsip kita adalah bangkit membela diri dari ancaman kolonialisme dan kapitalisme. Upaya membela diri bukanlah makar, kriminal, atau teroris. Ini adalah perjuangan pembebasan nasional Papua Barat. Agar 1000 tahun kedepan bangsa Papua masih terus eksis diatas tanah airnya sendiri.

Lawan dan rebut demokrasi dari tangan segelintir kapitalis birokrat.

Jubir: Nasional KNPB
Ones Suhuniap

Jubir KNPB ,Oleh Tn Victor Yeimo

Dikabarkan dari Kaimana,(25/3) ketua KNPB Kaimana Ruben Furay diangkap oleh kepolisian Resort Kaimana, pukul 06 sore di kampung Tanggaromi, Disktrik Kaimana kota.

Dikabarkan dari Kaimana,(25/3) ketua KNPB Kaimana Ruben Furay diangkap oleh kepolisian Resort Kaimana, pukul 06 sore di kampung Tanggaromi, Disktrik Kaimana kota.

Motif penangkapan:

Dari keterangan yang di Sampaikan oleh ketua KNPB wilayah Kaimana, Kepolisian Resort Kaimana mendatangi di rumah terkait dengan informasi yang beredar, Deklarasi perang yang di keluarkan oleh TPNPB-OPM KODAP XII Kaimana Kuri.

Ketua KNPB, Ruben menyampaikan bahwa Polres Kaimana mendatangi untuk meminta keterangan terkait TPNPB KODAP XII Kaimana Kuri, namun karena Ruben tidak tahu menahu dengan gerakan militer TPNPB, pihak kepolisian pulangkan Ruben.

Ia telah dipulangkan pada hari ini (25/03) pukul 7.40. Menurut ketua KNPB wilayah Kaimana, polisi berencana akan kembali berkunjung ke kediamannya di Tanggaromi pada besok hari 26 Maret 2022

Kabar Kaimana,25 Maret 2022
Omikzon Balingga